Neoneun Byeol – Part 1

20120605-094759.jpg

Author : Pramaythessa
Main Cast : EXO Kim Jongin (Kai) , Park Hyeri (OC), EXO Oh Sehun (Sehun), Kim Yoora
Support Casts : EXO Members and Another OC
Length : Sequel
Genre : Romance
Rating : Teenager

Prolog

Langit mulai gelap dan jalanan terlihat sepi. Angin musim dingin berhembus kencang.

Dia berjalan di tepi sungai Han sambil menatap langit-langit yang mendung tanpa bulan. Hanya ada satu bintang di langit. Bersinar terang. Saking terangnya sampai-sampai kilauannya menyakitkan matanya.

‘Aku ini bintang yang paling terang. Biarpun cepat mati, paling tidak aku sudah berusaha untuk menyinari gelapnya malam’

Satu kalimat itu tiba-tiba hadir dipikirannya. Kalimat yang pernah di ucapkan gadisnya. Bintangnya. Dia kangen gadis itu. Dia sangat rindu.

Ia kemudian merapatkan jaketnya. Udara musim dingin menusuk tulangnya. Tapi bahkan ia tak peduli. Ia lebih peduli pada rasa sakit di hatinya. Sakitnya sangat menyesakan hingga rasanya bernapas pun sulit. Semua sendinya terasa kaku tapi terus ia paksakan berjalan walau terserok dengan matanya kosong menatap gelapnya malam.

Dia tidak bisa begini terus. Ia tak akan bisa. Tiba-tiba ia berhenti. Memalingkan wajahnya dan kemudian menatap sungai Han datar.

Mungkin ia harus terjun ke sungai itu. Mungkin hanya itu yang dapat menghentikan rasa sakitnya. Pasti sungai itu sangat dingin sampai-sampai bisa membekukan hatinya yang sakit. Ah tidak, mungkin dia harus menabrakan dirinya ke mobil yang lewat agar hatinya hancur. Jadi, ia tak akan bisa merasakan sakit ini. Tapi kemudian dia tercenung. Hatinya sudah hancur. Bahkan serpihannya pun tak ada. Tapi kenapa hatinya masih begini sakit?

Hanya gadis itu yang bisa menyembuhkan rasa sakitnya. Dia butuh gadis itu. Hanya dan cuma dia. Bintangnya.

***

Kai POV

Kai mendrible bolanya asal-asalan.  Pikirannya kembali pada kejadian tadi pagi saat dia di tunjuk sebagai ketua kelas yang baru. Siapa sih yang mau disuruh-suruh mengatur kelas dengan anak-anak yang disuruh diam pun susah. Kai bukan tipe anak rajin yang selalu mengerjakan tugas atau tipe anak yang suka mencari perhatian guru dengan menjawab pertanyaan yang kadang kala diberikan.

Ah, mollayo. Jalankan saja sesuka hatiku. Mungkin nanti ssaem akan kewalahan sendiri menghadapi tingkahku yang seenaknya.

Blas!

Tembakan Kai tepat sasaran. Bola itu masuk ke ring basket dengan sempurna. Bahkan membuat jaringnya bergoyang  pun tidak.

Kai kemudian mengambil tas. Dia sudah terlalu lelah hari ini. Pemilihan ketua kelas, kuis mendadak dan kedapatan wali kelas yang kadar ke-ingin-tahuannya jauh dari normal. Kai menghela napas panjang.

Dengan gontai Kai pergi meninggalkan lapangan sekolahnya tanpa tahu ada seseorang yang menatapnya kagum dengan mata yang bersinar jenaka.

***

Hyeri POV

Hyeri menatap sekolah barunya sambil memandang kagum. Sekolah barunya sangat bagus. Besar dan bersih serta dikelilingi pohon yang rimbun. Sebenarnya dia sudah harus masuk hari ini. Tapi, tadi pagi dia terlambat bangun karena belum bisa menyesuaikan jam tidurnya dengan waktu setempat, alhasil dia akan mulai memasuki sekolah barunya besok.

Hyeri memasuki sekolahnya lebih dalam. Mencari ruang guru untuk mengambil buku dan jadwal sekolahnya. Sebenarnya dia bisa mengambilnya besok, tapi ia tidak sabar untuk melihat sekolah barunya. Dia terlalu semangat dengan kepindahannya.

Hyeri menyelidiki semua sudut sekolahnya dan raut mukannya tidak berhenti memandang takjub.

Tanpa sengaja Hyeri menabrak seseorang. Seorang laki-laki yang memakai seragam yang sudah berantakan. Mungkinkah murid sekolah ini? Tapi jam sekolah bukannya sudah berakhir sejak beberapa jam yang lalu?

“Kau tidak mau meminta maaf?” tiba-tiba sebuah suara mengagetkan dia. Hyeri mendongakan kepalanya lalu mengerjapkan matanya, kemudian tersadar.

“Mianhaeyo, aku tidak sengaja. Aku terlalu asik melihat sekeliling jadi tidak sengaja menabrakmu. Mianhaeyo” ucap Hyeri sambil membungkukan badannya berkali-kali.

Laki-laki itu terkejut. Atau mungkin lebih tepatnya terpana. Lalu senyum dikulum mengembang di bibirnya, “Gwaenchanha, jangan panik begitu. Kau ini siapa? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya.”

Hyeri kembali mendongakan kepalanya. Senyumnya ikut mengembang. Sedikit lega orang dihadapannya tidak marah, “Annyeong, namaku Park Hyeri. Aku ini murid baru. Aku hendak mengambil buku dan jadwal pelajaran. Kau tahu dimana ruang gurunya?”

“Annyeong. Panggil saja aku Sehun. Ruang guru ada disana,” tunjuk Sehun, lalu dengan senyum memudar setelah melihat jam ia pun berkata “Maaf Hyeri-ssi, aku harus pergi. Semoga kau menyukai sekolahnya ya” kemudian dia berbalik meninggalkan Hyeri.

“Kamsahamnida Sehun-ssi, hati-hati dijalan,” balas Hyeri setengah berteriak sambil melambaikan tangannya. Sehun kemudian membalikan badannya dan ikut melambaikan tangannya.

Untunglah Hyeri bertemu orang yang baik. Mungkin dia akan menyukai sekolah barunya. Dia kembali berjalan menuju ruang guru. Setelah berbincang-bincang sebentar dia keluar membawa dua plastik besar berisi buku dan seragam serta jadwal pelajaran.

Duk..duk..dukk

Hyeri menoleh mendengar sebuah suara. Karena penasaran Hyeri membelokan badannya mengikuti suara bola itu yang membawanya ke lapangan yang cukup besar dan melihat seseorang mendrible bola basket.

Orang itu membelakanginya. Badannya diterpa sinar matahari sore. Dengan satu gerakan tangan dan sedikit melompat laki-laki itu memasukan bola dengan indahnya.

Hyeri terpana.

Laki-laki itu…….bola basket……..sinar matahari sore yang menerpanya. Sempurna! Rasanya Hyeri ingin mengambar pemandangan itu di buku sketsanya. Hyeri terus memandanginya sampai laki-laki itu hilang dari hadapannya.

***

Sehun POV

Mungkin ini hari sialnya. Ini baru minggu kedua sejak masuk sekokah di semester dua tapi belum apa-apa dia sudah kena hukuman gara-gara ketahuan tidur di kelas. Ah, padahal hari ini dia sudah merencanakan untuk kencan dengan mahasiswi yang ia temui minggu lalu.

Bruk!

Aish. Dan sekarang ada orang bodoh menabrakku! Kapan sih kesialannya hari ini akan berhenti? Sehun mengambil tasnya yang terjatuh di lantai. Lalu berdiri dan melihat orang yang sudah menabraknya. Bukankah seharusnya dia meminta maaf? Apa aku harus menyindirnya dulu?

“Kau tidak mau meminta maaf?,” Dengan sedikit jengkel Sehun pun menegur gadis di hadapannya. Ketika gadis itu mendongakan kepalanya, Sehun baru bisa melihat wajahnya. Mata gadis itu besar dan bulat. Runcing di ujungnya seperti mata kucing.

Ah kyeopta. Bagaimana bisa aku marah kepada gadis semanis ini?

Tiba-tiba ia kaget, gadis itu membungkukan badannya berkali-kali. Hahaha, rasanya ingin tertawa melihat tingkahnya. Mungkinkah dia panik? Takut kalau aku akan memarahinya?

Sehun tersenyum melihat gadis dihadapannya “Gwaenchanha, jangan panik begitu. Kau ini siapa? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya” ucap Sehun mencairkan suasana.

Setelah bertanya sedikit Sehun tahu ternyata gadis bernama Park Hyeri ini anak baru yang ingin mengambil buku dan jadwal pelajaran. Rasanya bisa saja terus memandangi Hyeri lama-lama. Tapi tiba-tiba ia ingat. Ia ada janji kencan!

Senyum Sehun memudar. Ingin rasanya membatalkan kencannya tapi Noona itu pasti akan terus menerus meneleponnya. Apa boleh buat.

“Maaf Hyeri-ssi, aku harus pergi. Semoga kau menyukai sekolahnya ya” Sehun pun mengakhiri percakapan singkat itu lalu berbalik dan pergi menjauh dengan sedikit berlari. Beberapa saat kemudian dia mendengar Hyeri berteriak mengucapkan terima kasih. Sehun berbalik dan membalas lambaian tangan Hyeri.

Ketika sampai di depan gerbang Sehun baru sadar ia lupa menanyakan nomor Handphone gadis itu. Ah, pokoknya besok ia harus mencari tahu. Harus.

***

(a/n: Ah, Chapter 1 selesai juga. Maaf kalau sedikit membosankan atau pun membuat bingung. Jangankan kalian yang baca, yang bikin aja bingung sendiri-___- aku bingung banget milih kata-kata yang pas. Ini FF pertama aku jadi harap maklum ya kalau ada kalimat yang terkesan freak atau kalimat yang diulang ulang terus muter-muter. Hehehe. Selama membaca)

Advertisements

2 responses to “Neoneun Byeol – Part 1

  1. eunripark

    keren untuk ukuran ff pertama 🙂 aku tunggu chapt selanjutnya yaaa~ 😀

  2. Pramaythessa

    Gomawo cingu. Terharu ternyata ada yang baca padahal belum di publikasiin :’) diusahain part selanjutnya secepatnya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: