Neoneun Byeol – Part 2

20120620-124332.jpg

Author : Pramaythessa
Main Cast : EXO Kim Jongin (Kai) , Park Hyeri (OC), EXO Oh Sehun (Sehun), Kim Yoora
Support Casts : EXO Members and Another OC
Length : Sequel
Genre : Romance
Rating : Teenager

(a/n : Ah, maaf part 2nya baru bisa di post. sibuk latihan dance nih jadi gak sempet ngedit. part 3nya juga sabar ya nunggunya. abis aku bakal sibuk lagi latihan jadi butuh waktu lama untuk nulisnya. maaf kalau part kali ini kurang memuaskan. selamat membacaa^^ ditunggu komenya)

Author POV

“Annyeong Haseyo, Jeoneun Park Hyeri imnida. Indonesia eseo watseumnida. Bangapsumnida. Mohon bantuannya” Ucap Hyeri lantang. dia tidak pernah kesulitan memperkenalkan dirinya. Tapi, sudah lama ia tidak menggunakan bahasa Korea. Dia merasa sedikit aneh tapi yasudahlah. Semoga pemilihan kata formal yang ia ucapkan tidak salah.

“Ini teman baru kalian, tolong di bantu ya,” tambah Jinsung Ssaem, “nah, Hyeri ada dua bangku kosong. Silahkan duduk dimana pun kamu mau.

Hyeri mengedarkan pandangannya. Kemudian tatapannya tertuju pada seorang laki-laki yang duduk di barisan ketiga dari depan. Laki-laki itu menatap keluar jendela sambil memangku dagunya. Matahari pagi menerpanya sehingga bayangannya sedikit kabur. Hyeri terpesona melihat pemandangan itu.

‘Mungkinkah dia laki-laki yang kemarin?’ tanya Hyeri dalam hati. Kalau benar, untuk kedua kalinya laki-laki itu membuatnya terpesona.

“Hyeri-ssi!” satu suara mengagetkannya dari lamunannya. Suara itu rupanya milik…….Sehun-ssi? Rupanya mereka sekelas. “Duduk disini saja, bangku ini kosong,” lanjut Sehun

Hyeri melirik laki-laki yang tadi dan melihat tempat duduk disamping Sehun yang letaknya dibarisan keempat, dua meja dari tempat duduk si cowok itu. Sebenarnya di belakang bangku cowok itu kosong. Tapi, kalau dari tempat duduk di samping Sehun…

Hyeri pun berjalan ke arah Sehun. Lalu menghempaskan badannya di bangku. Tepat! Dari tempat duduk ini Hyeri bisa melihat cowok itu dengan leluasa tanpa takut ketahuan.

“Hyeri-ssi masih ingat padaku tidak?” Sehun membuka pembicaraan. Hyeri mengalihkan pandangannya ke Sehun.

“Sehun-ssi kan? Yang kemarin tak sengaja kutabrak?” balas Hyeri. Dia kemudian membetulkan letak duduknya dan mulai mengeluarkan binder.

“Ah, masih ingat rupanya. Kukira sudah lupa. Senang bisa sekelas denganmu,” Sehun memamerkan senyum mautnya.

“Aku juga senang bisa sekelas denganmu. Kukira aku akan kesulitan mendapatkan,” Hyeri pun membalas senyuman Sehun. Sehun seketika salah tingkah. Kenapa bisa dia yang

Jinsung Ssaem tiba-tiba berdeham, “Sehun-ssi pelajaran akan segera dimulai. Jangan mengajak anak baru berbicara terus. Dan Jongin-ssi, tolong istirahat pertama nanti antarkan Hyeri mengelilingi sekolah dan beri tahu dia kelas-kelas yang harus dituju ketika pergantian

“Kenapa harus aku sih? Dia bisa mengelilingi sekolah sendiri,” sergah anak yang bernama Jongin itu. Ah, namanya Jongin. Laki-laki yang membuatnya terpesona itu…namanya unik.
Mendengar penolakan itu, Jinsung Ssaem menatap Jongin tajam,”Kau ini ketua kelas, mengantarkan anak baru mengelilingi sekolah saja masa tidak mau. Apa susahnya sih?”

Hyeri yang tidak enak melihat suasana itu pun angkat suara, “Jinsung Ssaem, aku bisa sendiri kok.”
“Aku bisa mengantar Hyeri kalau Ssaem mau. Hitung-hitung sebagai tanda penyesalanku karena kemarin tertidur di kelas Matematika Ssaem” Sehun ikut meleraikan.

Jinsung Ssaem menghela napas, Muridnya yang bernama Jongin itu memang tidak bisa di lawan. Biarpun kelakuannya seenaknya sendiri anak itu sangat pintar. Nilainya selelu mendekati sempurna di setiap mata pelajaran. Anak itu sangat di harapkan untul menaikan derajat sekolah ini.

Jinsung Ssaem pun mulai membuka buku “Yasudah, mari kita mulai pelajaran hari ini.”

***

“Sudah siap mengelilingi sekolah Hyeri-ssi?” ucap Sehun sambil berdiri dan merapikan blazer sekolahnya.

Hyeri mendongakan kepala “Sebenarnya kemarin aku sudah mengelilingi sekolah, jadi kau tidak perlu repot mengantarkan aku lagi”

“Oh begitu rupanya, kalau begitu mau ke kantin bersama?”

Kali ini Hyeri mengangguk. Mereka pun keluar kelas dan pergi ke kantin bersama. Hyeri sebenarnya belum benar-benar memutari sekolah ini. Hanya saja dengan seiring berjalannya waktu Hyeri pasti akan tahu sendiri letak-letak kelas yang akan dia gunakan.

“Sehun-ssi…”

“Hyeri-ssi, kau tidak perlu memanggilku secara formal begitu. Bukankah kita satu angkatan?” Sehun memotong pembicaraan.

Hyeri menoleh ke arah Sehun dan mengangguk-anggukan kepala. “Kalau begitu kau juga tidak perlu memanggilku Hyeri-ssi. Cukup Hyeri saja bagaimana?”

“Ok, Hyeri-ya kau juga cukup panggil aku Sehun atau Sehunnie. Itu nama panggilanku” terangnya.

Ditengah perjalanan, mereka berdua dihadang beberapa murid perempuan yang datang berbondong-bondong. Sehun kembali memamerkan senyum andalannya.

“Sehunnie, ini ada cookies buatmu”, “Sehunnie cobalah ini. Semoga kau suka” dan sebagainya. Membuat Hyeri mengutup mulu dan mengulum senyum. Namun, ketika mereka pergi, tawa Hyeri meledak.

“Ya, Hyeri-ya, kenapa ketawa seperti itu?” tanya Sehun di tengah kebingungannya.

“Ah, kau ini apa? Boys over flower? Kenapa banyak sekali yang memberimu bingkisan hahaha” Hyeri balik bertanya di sela tawanya

“Kau tak tahu aku ini cukup terkenal? Tidakkah kau lihat aku ini sangat tampan? F4 yang di TV itu saja kalah tampan” balas Sehun

“Tampan? Kau ini percaya diri juga ternyata. Apakah mereka tidak salah melihatmu ya?” hyeri mendelikan matanya.

“Mollayo, yang penting dengan begini aku bisa menghemat uang jajan. Kau mau? Sehun mencibir sambil menyodorkan cupcake ke arah Hyeri.

Hyeri mengambil cupcake itu dan mulai mencicipinya “Hm, mashita! Kamsahamnida Sehunnie”

“Cheonmaneyo, kau mau minum apa?” tanya Sehun sambil melihat-lihat menu di depannya. Hyeri melongokan kepalanya ikut melihat.

“Aku ice chocolate, kau?”

“Hm, lemon tea saja. Ajumma, minta ice chocolate satu dan lemon tea satu ya.”

“Ne, ditunggu ya. Ice chocolate 1.700 won dan lemon tea 1000 won. Totalnya 2.700 won” Sahut Ajumma itu.

Hyeri baru saja akan menyerahkan uangnya tapi Sehun sudah membayar minumannya dan membawa menuju bangku kosong di sudut ruangan.

“Sehun-a, igo..” Hyeri menyerahkan uang untuk mebayar minumannya tapi Sehun repot menengok pun tidak. Dia malah asik menyeruput lemon teanya sambil memakan chocolate yang diberikan sunbaenya tadi.

Hyeri mencibir sambil terus memaksa Sehun mengambil uangnya “Sehun-a, aku tidak ingin berhutang”

Sehun melirik Hyeri ‘Ini saatnya’ batinnya.

“Kau tak mau berhutang padaku?” Sehun memincingkan matanya jenaka sambil memainkan sedotan di hadapannya.

Hyeri menatap Sehun mantap lalu menanggukan kepalanya. Tiba-tiba Sehun mencondongkan badannya ke arah Hyeri dan menatapnya di manik mata sambil mengulum senyum. Hyeri menyipitkan matanya. Takut akan terjadi suatu hal yang tidak mengenakan.

“Kau harus berkencan denganku,” bisik Sehun.

Hyeri melongo, “MWO?!”

Teriakan Hyeri mengagetkan Sehun sekaligus membuat mereka di lihat oleh seluruh orang yang ada di kantin.

Sehun salah tingkah lalu membekap mulut Hyeri dan menariknya halus “Ya! kecilkan suaramu sedikit. Aku kan hanya mengajakmu kencan”. Hyeri menepis tangan Sehun dari mulutnya dan tertawa. “Kau pikir aku mau kencan denganmu? Ya, Sehun-a, turunkan sedikit kadar percaya dirimu”

Sehun menghela napas dan memasang wajah cemberut “Ah, padahal minggu depan kalau masuk ke Lotte World berpasangan mendapatkan discount khusus. Lumayan kan”

Hyeri mengerutkan keningnya “Discount khusus? Boleh juga. Lagian aku belum sempat kemana-mana selama di Korea”

Mata Sehun menatap Hyeri dengan binar-binar yang terlihat jelas, “Jinjjayo? kau mau kencan denganku? Yakso?”

“Ini bukan kencan Sehun-a. Kita hanya jalan-jalan biasa. Tidak ada yang spesial” balas Hyeri sambil berjalan keluar dari kantin. Sehun membuntutinya dari belakang sambil terus mengoceh.

“Yang penting kau mau jalan keluar denganku. Bukankah ini namanya date juga?”

Hyeri yang mendengar itu hanya bisa tertawa sambil berlalu.

***
Ini akibat dari ke-sok-tahuannya. Hyeri seharusnya sudah masuk kelas musik sejak 10 menit yang lalu. Tapi karena dia ke toilet, dia jadi ketinggalan. Murid yang lain sudah moving class terlebih dahulu begitu juga Sehun. Seharusnya tadi dia menerima tawaran Sehun untuk menunggunya.
Koridor sekolah sudah sepi. Ya jelas, pelajaran sudah dimulai dari beberapa menit yang lalu tapi sampai sekarang Hyeri masih kebingungan mencari papan bertuliskan ruang laboratorium biologi.

‘Mungkin aku sebaiknya kembali ke kelas’ pikirnya.

Sesampainya di kelas, Hyeri melihat seseorang yang pastinya sekelas dengannya. Jongin.

“Jongin-ssi?” dengan sedikit ragu Hyeri memanggil Jongin.

Yang di panggil menoleh lalu mengerutkan keningnya sedikit dan kembali sibuk dengan tasnya, “Ada apa?” balasnya. Hyeri mendengus jengkel.

“Bukankah tidak sopan jika tidak menghadap lawan bicaramu?”

“Kau tinggal katakan apa maumu, susah sekali,” Jongin tetap tidak berbalik.

Hyeri menyerah, “Ruang musik. Dimana ruang musiknya? Aku tidak bisa menemukannya”

Jongin berbalik dan berjalan mendahului Hyeri. Hyeri menghela napas dengan sedikit berlebihan. Menerpa poninya yang tertata rapi.

‘Aish orang ini, tak kusangka kelakuannya buruk sekali’

“Ya! Aku ini…” belum sempat Hyeri menyelesaikan kata-katanya, Jongin sudah menyela “ikuti aku”
Dan Hyeri pun lekas mengikuti Jongin. Langkah kaki Jongin sangat cepat sampai-sampai untuk mengikutinya saja susah.

‘Hhh, tenyata di lantai dua. Pantas saja aku cari tidak ketemu’ dengus Hyeri.

Sesampainya di kelas Hyeri segera mencari tempat duduk di sebelah Sehun, tapi ternyata bangku itu sudah diisi. Hyeri memutar kepala. Jongin. Hanya bangku disebelah dia yang belum terisi.
“Hyeri-ssi? Kau anak baru itu kan? Ayo cepat duduk, saya akan mulai membagikan tugas kelompoknya” perintah Bong Sun. Guru musik Hyeri.

“Kelompok? Kelompok apa ssaem?” tanya Hyeri bingung.

“Ah kau baru datang ya. Kau sekelompok dengan Kai. Bekerja samalah dengan baik ya.
Hyeri makin bingung, “Kai? Maaf ssaem Kai itu yang mana ya? Aku belum sempat berkenalan dengan yang lain”

“Itu yang duduk di belakang, kau tadi masuk ke kelas ini bersamaan dengannya kan? Kukira kalian sudah saling berkenalan”

Hyeri melongo ‘Jongin-ssi adalah Kai? Ah, perkenalan yang tidak baik’

Hyeri menundukan kepalannya dan berjalan menuju meja Jongin atau lebih tepatnya Kai.
‘Mohon kerja samanya, maaf tadi aku sedikit kasar’ bisik Hyeri. Tapi Kai sama sekali tidak bergeming. Dia terus menatap ke depan. Hyeri seketika pasrah dengan nilai musiknya. Akan sangat susah jika ia sekelompok dengan orang cuek seperti Kai.

‘Padahal aku suka pelajaran musik’ batinnya

“Perlu kalian tahu, pelajaran musik kali ini tidak hanya harus menyanyi. Kalian boleh berduet memainkan alat musik, atau menari bersama. Terserah kalian, tentukan dari sekarang. Penilaian akan di ambil 1 bulan lagi dari sekarang” jelas Bong Sun ssaem. Kelas pun mulai ribut. Tapi, Hyeri dan Kai masih tetap membisu satu sama lain.

“Ssaem, kalau yang satu memainkan alat musik dan yang satunya bernyanyi boleh?” tanya salah satu murid perempuan. Teman sekelompok Sehun.

“Boleh saja, tidak ada masalah” jawab guru musik itu, “Berdiskusilah dengan tenang anak-anak” lanjutnya

Hyeri melirik Kai dan memberanikan diri membuka percakapan.

“Jongin-ssi…”

“Panggil aku Kai. Aku kurang suka dipanggil Jongin”

“Oke Kai-ssi. Kita akan melakukan apa?”

“Terserah kau” balasnya acuh

“Tidak bisa begitu, harus kita pikirkan bersama”

“Aku suka bernyanyi, kalau kau?”

Hyeri menghela napas lega ketika mendengar perkataan Kai yang mulai melunak.

‘bukankah begini lebih baik?’ ujarnya dalam hati

“Aku juga suka bernyanyi, baiklah sudah di tetapkan kita akan bernyanyi!” tandas Hyeri

“Aku belum bilang mau bernyanyi kan? Kenapa mengambil keputusan sendiri?” Kai membetulkan tempat duduknya. Mulai menghadap Hyeri dan menatapnya dengan tatapan tajam.

“Tadi kau bilang, kau suka bernyanyi?” kata Hyeri sambil memiringkan kepalanya.

“Suka bukan berarti mau kan?” kali ini Kai menyenderkan sikunya di meja dan bertopang dagu. Hyeri makin bingung, terdiam, lalu menundukan kepalanya. Dia sudah tidak tahu harus berbuat apa.

Kemudian terjadi keheningan panjang. Hyeri tidak suka suasana canggung ini. Kai masih terus memperhatikannya. Perlahan senyumnya mengembang.

“Hey, aku hanya bercanda. Ayo kita bernyanyi” kata Kai disertai senyum dikulum dan alisnya yang terangkat satu. Hyeri mengangkat mukanya yang merah.

‘Jadi dia hanya mengodaku? Aish dia ini punya berapa kepribadian sebenarnya, hah?’

“Ya! Seriuslah sedikit. Bercandamu menyeramkan. Aku dari tadi sudah takut salah bicara tapi ternyata kau malah mengodaku” Hyeri mendorong Kai pelan.

Kai tertawa, membuat Hyeri menatapnya lekat lekat. Kai yang menyadari itu langsung berhenti tertawa.

“Mwo? Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Kai

“Aniyo, Tidak apa-apa, hanya saja kau lebih bagus ketika tertawa. Lebih….hidup?” jawab Hyeri seadanya lalu mengambil notenya dan menulis sesuatu. Tanpa menyadari perubahan warna di muka Kai.

“Lagu apa yang bagus dinyanyikan berdua ya? Ada saran?” tanya Hyeri sambil terus menulis.
Kai menggaruk tengkuknya, berusaha memikirkan lagu-lagu duet. Tapi dia tidak mendapatkannya satu pun. Otaknya buntu gara-gara perkataan Hyeri.

Kringggg….

Kai langsung bergegas keluar kelas. Hyeri hanya bisa menghela napas melihat kelakuan patner barunya itu.

Kai dan Hyeri sama sekali tidak mengetahui kalau Sehun sedang menatap mereka tajam dan kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Hyeri, “Hyeri-ya, kau akan menampilkan apa untuk tugas ini?”

“Aku dan Kai akan bernyanyi. Kau sendiri?”

“Entahlah, belum diputuskan. Kau bisa bernyanyi?”

“Jangan meremehkanku Sehun-a. Kau bisa jatuh cinta padaku seketika jika mendengar suara emasku” canda Hyeri.

‘Tanpa mendengarkan kau bernyanyi pun aku mungkin sudah jatuh cinta padamu, Hyeri-ya’ kata Sehun dalam hati.

“Aih, sekarang kenapa kau yang terlalu percaya diri?”

“Hahaha, entahlah mungkin tertular denganmu. Ayo kita pindah kelas” ajak Hyeri

Tapi sebelum Hyeri keluar kelas, Sehun mencegatnya, membuat Hyeri kaget dan mundur ke belakang.

“Kau ini…”

“Hyeri-ya, kita jadi berkencan sabtu ini kan?” potong Sehun.

“Ini bukan kencan Sehun-a, kita bertemu di Stasiun Jamsil jam 10, oke?” balas Hyeri sambil menepuk-nepuk bahu Sehun.

“Kau tidak mau kujemput saja?” tanya Sehun.

“Tidak usah, kita ketemuan saja, ok?”

“Ok, jam sepuluh di stasiun Jamsil. Jangan terlambat!”

“Ya ya Arraseo. Jam sepuluh si Stasiun Jamsil kan? Sampai ketemu”

“Sampai ketemu”

To be continue~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: