Neoneun Byeol – Part 3

20121011-225837.jpg

(a/n) : Maaaaf banget udah lama gak post ini. Terlalu males buat ngedit dan ngetiknya hehe. Ya walau gak ada yang baca tetep aja rasanya ada sebuah kewajiban buat lanjutin FF ini apalagi FF perdana aku wkwk. Maaf belom di edit jadi masih ancur. Will edit it soon pas buka Lappiee hehe. Enjoy!

Author POV

Rasanya susah untuk meninggalkan jeratan kasur di hari Sabtu. Tapi berhubung dia sudah janji dengan Sehun apa boleh buat. Hyeri pun menyeret badannya ke arah kamar mandi.

Setelah mandi cukup lama, Hyeri mengeringkan rambutnya sebentar dan mencari baju yang cocok ia pakai hari ini. Tanpa pikir panjang Hyeri mengambil sweater tipis berwarna merah muda cerah dan jeans pendek berwarna hitam.

Dia dan Sehun berjanji bertemu di depan Statsiun Jamsil jam 10.00, tak ingin membuat Sehun menunggu Hyeri pun segera meninggalkan rumah.

“Appa, aku ijin keluar ya hari ini,” Ayahnya membalikan badan dan menatap Hyeri, “Kau mau kemana Hyeri-ya?

“Hanya berjalan-jalan saja. Aku sudah lama tidak melihat Seoul” balas Hyeri.

Ayahnya membetulkan kaca mata yang sedikit melorot “Kau pergi dengan siapa? Perlu Ayah antar?”. Hyeri menatap ayahnya dalam-dalam. Terlihat jelas kekhawatiran di matanya. Hyeri menepuk pundak Ayahnya menenangkan, “Appa, aku baik-baik saja. Aku akan segera telepon Appa kalau terjadi sesuatu”

Ayahnya tersenyum lalu menganggukan kepalanya. Dia memang tidak bisa menolak permintaan anak perempuannya, “jangan lupa cepat telepon kalau ada sesuatu. Hati-hati dijalan”

09.30

‘Ah, kenapa aku datang sepagi ini? Waktu janjian kan masih setengah jam lagi’ runtuk Sehun dalam hati. ‘Apa pakaianku sudah rapi? Parfumku terlalu menyengat tidak ya?’

Sehun mondar-mandir di depan stasiun. Aish! Kenapa bertemu dengan Hyeri saja sudah membuatnya salah tingkah seperti ini? Tidak seperti biasanya.

“Sehun-a, kau sudah datang?”

Sehun berbalik dan ternganga. Hyeri….pakai seragam saja sudah cantik dan sekarang dia lebih cantik lagi. Rambutnya di kuncir kuda membuatnya segar. Hyeri berjalan mendekat. Dalam radius satu meter pun harum tubuh Hyeri sudah tercium.

“Kaja, kita harus mengantri tiket kan?” Hyeri menarik tangan Sehun menjauhi stasiun. Sekitar 15 menit mereka sampai di Lotte World dan mengantri di kasir. Antriannya cukup pendek untuk hari libur.

‘Sehun-a, kau berbohong!” tuduh Hyeri sambil mendorong tubuh Sehun.

“Ya! Aku bohong apa padamu?” balas Sehun.

“Kau bilang ada discount khusus untuk pasangan. Discount dari mananya?” Hyeri memicikkan matanya. Sehun tertawa, membuat Hyeri makin jengkel.

“Mianhae Hyeri-ya. Kalau aku tidak berbohong kau tidak mungkin mau aku ajak kesini kan?” Hyeri tetap diam.

“Ayolah, kita nikmati saja hari ini” Sehun membayar karcis untuk memasuki Lotte World lalu menarik tangan Hyeri menuju pintu masuk taman rekreasi indoor tersebut.

“Sehun-a, aku tak mau berhutang lagi padamu”

“Kalau begitu makan siang nanti kau yang bayar, gimana?”

“Setuju, ayo kita nikmati hari ini”

***

“Kau ini tangguh ternyata” Sehun menghempaskan badannya di sebuah bangku kayu yang terletak di pinggir jalan. Menyeka keringat di pelipisnya.

“Kau juga cukup tangguh hahaha” balas Hyeri. “Ah, sudah lama tidak bermain seperti ini” Ujarnya sambil merentangkan kedua tangannya

“Kau senang?” tanya Sehun

“Ya, sangat senang. Pertama kali ke Lotte World aku belum bisa main yang bisa menantang adrenalinku. Sekarang semuanya terasa sangat kecil”

Sehun mengangguk-anggukan kepalanya “Syukurlah, berarti aku tidak salah-kan mengajakmu kesini?”

Hyeri menangguk. “Gomawoyo Sehunnie” ucap Hyeri tulus sambil memamerkan deretan gigi yang tertata rapi.

Sehun memalingkan mukanya.

‘Ah, melihatnya tersenyum saja membuat jantungku tidak karuan. Ini normal tidak sih?’

“Sehun-a. Kau kenapa?”

“Gwaenchana. Ayo kita makan. Aku lapar sekali” balas Sehun asal lalu mengandeng tangan Hyeri. Muka Hyeri memerah. Dia meremas ujung bajunya. Hyeri hendak menepis tangan Sehun. Tapi genggaman tangan Sehun terlalu kuat. Hyeri pasrah.

Mereka kemudian pergi ke restaurant cepat saji terdekat dan menyantap makan siang mereka.

“Jal meokgesseumnida. Sehunnie, manhi teuseyo!” Hyeri langsung membuka bungkusan burger yang dibelinya lalu melahapnya tanpa ampun.

“Ya,Hyeri-ya. Kau ini lapar atau rakus sebenarnya? Makannya pelan-pelan sajalah” Sindir Sehun ketika melihat cara Hyeri memakan makan siangnya.

“Kau ini tidak bisa diam ya? Ini caraku menikmati makan siangku.” balas Hyeri.

“Tidak kusangka badan sepertimu punya napsu makan seperti ini. Entah lari kemana semua lemak yang kau makan” gurau Sehun sambil memakan burgernya lahap.

“Diamlah dan selamat menikmati makan siangmu” putus Hyeri

Mereka pun makan dalam diam. Hyeri makan dengan lahap sedangkan Sehun makan sambil tersenyum memperhatikan cara gadis didepannya makan dengan lahap.

‘makanpun kenapa bisa begini lucunya’ batin Sehun

“Huaa, kenyangnya. Ayo cepat habiskan makananmu dan kita lanjutkan bemain”

Sehun mengerjapkan matanya. “Main? Kau belum cape? Tidak bisakah kita istirahat sebentar lagi?”

Hyeri melipatkan tangannya di depan dada “Kau ini bagaimana. Kau kan yang mengajakku kesini? Seharusnya kau sudah menyiapkan fisikmu untuk bermain seharian”

Sehun menganga “Kau ini sebenarnya apa? Wanita super? Tenagamu tidak ada habisnya ya. Seperti anak kecil saja”

Hyeri menyipitkan matanya dan membalas dengan angkuh “Aku bukan anak kecil. Kau saja yang staminanya seperti kakek-kakek yang berumur 70 tahun”

“Ya, jaga bicaramu Hyeri-ya. Akan kutunjukan staminaku. Kau pasti tak akan bisa menandinginya”

“Ayo, kita lihat siapa yang menang”

Hyeri berlari kecil menuju tempat permainan yang lain. Sehun mengikutinya dari belakang. Mengajak Hyeri sama saja seperti anak kecil. Dia harus tahan banting ketika Hyeri mencoba permainan yang bikin perutnya teraduk berkali-kali.

Setelah cukup cape menelusuri seluruh permainan yang ada di Lotte World, mereka berdua duduk lagi di bangku pinggri jalan tadi.

“Hyeri-ya, mukamu sedikit pucat. Kau kenapa?” ujar Sehun sambil memegangi wajah Hyeri.

‘Ah, aku lupa minum obatnya’ ingat Hyeri

“Gwaenchana Sehun-a. Aku hanya kecapean saja” balas Hyeri sambil memalingkan wajahnya.

“Benar kau baik-baik saja. Ayo kita pulang. Aku akan mengantarkanmu” ajak Sehun

Hyeri memeriksa jamnya.

17.25

Sudah hampir seharian Hyeri dan Sehun bermain di Lotte World. Dan dia bahkan melupakan obatnya.

“Aniyo, aku bisa pulang sendiri Sehun-a. Kau pulang saja duluan” jawab Hyeri.

“Andwae. Aku akan mengantarkanmu pulang. Jangan menolak.” balas Sehun. Tegas. Tanpa bisa ditolak. Lagi-lagi Hyeri pasrah. Dia sudah kehabisan tenaga untuk berdebat.

Mereka menaiki subway dalam diam. Sehun menatap Hyeri yang kini tanpa senyuman dan mata berbinarnya. Hyeri terlihat lelah. Apa mungkin dia terlalu cape?

Hyeri yang menyadari tatapan Sehun mengangkat suara “Gwaenchana Sehun-a. Kau tidak perlu melihatku seperti itu”

Sehun kaget lalu menggarukan dagunya. Malu ketahuan memperhatikan Hyeri. Mereka turun di stasiun Gangnam. Setelah berjalan sebentar mereka berhenti di sebuah Apartement besar dan mewah.

“Jadi disini rumahmu?” tanya Sehun

“Yep, gomawoyo Sehun-a karena sudah mengajakku ke Lotte dan mengantarkanku pulang. Aku sangat senang”

“Cheonmaneyo Hyeri-ya. Aku sangat senang bisa pergi dengamu. Maaf aku sedikit berbohong dan memaksamu”

“Tidak. Tidak perlu meminta maaf. Aku tidak keberatan kau ajak main. Lain kali kita pergi bersama lagi, ok?”

“Kau yakin? Benar kau mau pergi lagi denganku?”

Hyeri mengangguk. “Kenapa tidak? Kau teman yang asik”

Mata Sehun berbinar. Hatinya berbunga-bunga. Hyeri mengajaknya pergi lagi lain kali. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari ini.

“Hubungi aku kapan saja yang kau mau. Aku akan dengan senang hati jalan denganmu”

Hyeri melirik jamnya. “Sudah saatnya kau pulang. Hati hati dijalan ya. Sampai bertemu disekolah senin nanti. Dah”

“Hmm, Hyeri-ya, boleh aku meminta nomor ponselmu?”

“Ponsel? Ah, maaf Sehunnie. Aku tak punya ponsel. Handphone Indonesiaku tidak dapat digunakan disini dan aku belum sempat membeli yang baru”

“Oh, begitu. Berjanjilah padaku kau akan memberika nomormu jika kau sudah punya nanti”

“Pasti kuberikan. Sekarang kau harus cepat pulang. Sudah mulai gelap.”

“Ne, Arraseo. Sampai jumpa Senin nanti Hyeri-ya”

Hyeri melambaikan tangannya danSehun membalas lambaian tangan Hyeri, lalu kemudian berbalik pulang.

‘1 hari yang tak terlupakan bersama Hyeri. Awal yang bagus’ batin Sehun sambil bersiul riang

Hyeri segera masuk ke dalam apartementnya secepat kilat setelah melihat Sehun menghilang di tikungan jalan. Dia langsung membuka tas, mengaduknya dengan tangan gemetar. Ketika menemukan yang ia cari dengan sekali teguk ditelannya obat-obat yang entah apa gunanya itu.

‘Hampir saja….’

Hyeri memegang dadanya. Kalau saja ia terlambat sedikit. Mungkin dia akan pingsan dan pasti Sehun akan kebingungan.

Hyeri menghela napas pelan. Untuk sekarang ia bisa tenang. Dia pun beranjak menuju lift dan menuju Apartementnya.

Hampir jam 7 dan Appa belum pulang? Untung saja. Kalau gak, Appanya yang satu itu bisa menyuruhnya ke rumah sakit karena melihat mukanya pucat tak karuan seperti sekarang ini.

Setelah mandi dan berganti pakaian, Hyeri menghempaskan badannya ke sofa. Memutuskan untuk menunggu Ayahnya.

“Huwaa hari yang melelahkan. Hmm.. Sehunnie hari ini dia sangat tampan. Tak heran banyak yang menyukainya di sekolah. Dia baik. Tapi sangat terlihat kalau dia tipe Nappeun Namja haha” gumam Hyeri.

“Andai Jongin lebih mudah didekati seperti Sehun, pasti bersamanya akan lebih menyenangkan dan tidak canggung”

“Aish, kenapa jadi Jongin ya? Cowok aneh itu tidak pantas untuk dipikirkan”

Hyeri terus bergumam tak karuan hingga akhirnya ia tertidur di sofa.

***

“Hyeri-ya? Kau sebaiknya jangan tidur disini” Ayahnya membangunkannya.

Hyeri bangun dan menatap jam di dinding. Sudah hampir jam 12.

“Appa baru pulang? Kenapa lama sekali?”

Ayahnya mengendorkan dasi dan berjalan ke dapur untuk mengambil minum. “Mianhae Hyeri-ya, Appa tadi harus ke Jeonju. Ada sedikit masalah, tapi sekarang sudah selesai”

Hyeri mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu bangkit dan berjalan menuju kamarnya. “Aku tidur lagi ya. Appa juga cepatlah tidur,”

“Ne, Jal Jayo sayang”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: